20 September 2013
Category: Media
20 September 2013,
 Off

DETIK, Jakarta - Kereta wisata memberikan pengalaman yang berbeda. Selain pemandangan cantik, Anda akan dimanjakan dengan kemewahan sofa empuk, makanan yang lezat, dan juga senyum ramah pramugari kereta. Ini cara memesan kereta wisata!

Mungkin, banyak yang belum tahu tentang kereta wisata. Kereta wisata ini adalah suatu gerbong yang disulap dengan segala fasilitas mewah. Pelayanan memuaskan pun menjadi jaminannya. Rasanya duduk di sofa sambil menatap sawah-sawah dan hutan hijau dari dalam kereta ini, akan terasa menyenangkan.

“Kereta wisata adalah anak dari PT Kereta Api Indonesia. Kita punya tiga kereta wisata, yaitu, Nusantara, Bali, dan Toraja,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata, Adi Suryatmini, kepada detikTravel, Selasa (18/12/2012).

Untuk fasilitasnya, ketiga kereta wisata ini memiliki perbedaan dan nuansa khas Indonesia masing-masing. Untuk di Nusantara, terdapat ruang tidur untuk dua orang, sofa dan tempat duduk empuk untuk 19 orang, meja besar untuk ruang meeting, mini bar, dan toilet yang bersih.

Bali hampir sama dengan Nusantara, bedanya hanya tidak memiliki tempat tidur. Sedangkan Toraja, bangkunya bukan sofa melainkan 16 reclining seat yang tetap empuk dan nyaman. Persamaannya, semua kereta wisata memiliki fasilitas karaoke!

“Masing-masing kereta punya nuansa yang beda. Nusantara punya lukisan atau interior khas daerah-daerah di Indonesia, di kereta wisata Bali banyak lukisan-lukisan khas Bali, sedangkan di Toraja didominasi oleh warna cokelat,” ujar Adi Suryatmini.

Berapa harga untuk menyewa kereta wisata ini? Harganya ditentukan tergantung rute. Beberapa tujuan kereta wisata ini adalah berangkat dari Jakarta (Stasiun Gambir), Surabaya (Pasar Turi dan Pasar Gubeng), Bandung (Stasiun Bandung) menuju Cirebon, Bandung, Yogya, Solo, Surabaya, Purwokerto, Malang, Banyuwangi, Madiun, Pekalongan, dan Semarang.

“Dari jakarta paling murah ke Cirebon atau Bandung, sekitar Rp 13,5 juta sekali jalan dan paling jauh itu ke Malang sekitar Rp 28 juta,” lanjut perempuan berjilbab ini menjelaskan.

Adi Suryatmini menambahkan, semua kereta wisata tidak dapat berjalan sendiri. Perjalanannya harus disesuaikan dengan jam operasional kereta reguler. Misalnya, kalau ke Surabaya dirangkai dengan KA Anggrek atau Bima, Bandung dengan Argo Parahyangan, Yogya dengan KA Taksaka, Semarang dengan Argo Muria, dan lain-lain. Tidak hanya naik kereta wisata, tapi ada juga paket tur yang ditawarkan.

“Selain ini (kereta wisata-red) Kami juga menawarkan paket tur, seperti tur ke Cirebon, Yogya, Semarang, Malang, dan Batu. Favorit kami yang disukai pelanggan itu ke Cirebon, karena turnya kami ajak ke Trusmi, keraton, dan lain-lain,” ungkap Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata ini.

Bagaimana cara memesan kereta wisata ini? Anda bisa memesan atau mencari informasi lebih lanjut di situs resminya, www.indorailtour.com, atau telepon ke 021-3452310. Anda juga bisa datang langsung ke Gedung Jakarta Railway Center di Jl Ir H Juanda 1B no 8, Jakarta Pusat di dekat Stasiun Juanda, untuk bertanya informasi dan ketersediaan kereta wisata.

“Bisa juga datang ke outlet kami di Stasiun Gambir. Sebaiknya kalau memesan kereta wisata ini adalah 3 minggu sebelum keberangkatan, karena kami biasanya sudah mempunyai pesanan hingga dua bulan ke depan,” kata Adi Suryatmini.

Kereta wisata ini mulai diminati oleh traveler. Tidak hanya dalam negeri, tapi juga banyak turis mancanegara yang gemar naik kereta wisata ini dan berkeliling Pulau Jawa.

“Yang naik itu macam-macam, mulai dari komunitas, instansi pemerintah, dan juga turis asing dari Australia dan Jepang. Kalau turis Australia biasanya mereka rutenya tur mengeliling Jawa, mulai dari Bandung, Yogya, Malang, hingga Surabaya,” tutup Adi Suryatmini.

Yuk, naik kereta wisata!

 

Sumber: Detik