20 September 2013
Category: Media
20 September 2013,
 Off

DETIK, Jakarta - Selain sebagai alat transportasi, saat ini kereta juga berfungsi untukwisata. Ada beberapa kereta tua yang dijadikan kereta wisata, seperti Mak Itam di Sawahlunto dan Kereta Api Ambarawa.

Kedua kereta ini kini beroperasi sebagai kereta wisata. Mereka mengantar setiap turis yang ingin menikmati asyiknya naik kereta kuno. Dikumpulkan detikTravel, Kamis (20/12/2012), inilah kereta api wisata di Indonesia yang bisa Anda naiki:

1. Mak Itam, Sumatera Barat

Kereta wisata pertama yang bisa dinaiki adalah Mak Itam. Mak Itam adalah sebutan untuk lokomotif uap bertenaga batu bara. Lokomotif ini sudah ada sejak zaman Belanda. Awalnya digunakan sebagai moda transportasi, kini Mak Itam digunakan untuk mengantarkan turis menjelajah alam Sumatera Barat.

Mak Itam cukup spesial, karena ini adalah salah satu kereta bergerigi yang ada di dunia. Sedangkan kereta bergerigi hanya ditemukan di Indonesia, India dan Swiss. Spesial bukan?

Rute perjalanan Kereta Mak Itam adalah Sawahlunto-Muarokalaban. Perjalanan akan ditempuh selama 30 menit. Asyiknya, sepanjang perjalanan turis akan disuguhkan dengan panorama sawah dan hutan yang masih asri, tak ketinggalan keindahan Bukit Barisan. Apalagi, Mak Itam akan melaju dengan kecepatan 15 km/jam. Jadi, Anda bisa puas memandang alam. Untuk naik kereta wisata ini, turis harus menyewa.

“Mak Itam itu paket. Paket satu kali harganya Rp 4 juta bisa untuk 30 orang,” kata Jisman dari Dinas Kereta Api Divisi Regional II Sumbar, kepada detikTravel, Rabu (19/12/2012).

Tapi tenang saja, satu gerbong cukup untuk membawa 30 orang, jadi Anda bisa mengajak kerabat untuk naik bersama dan membayar dengan cara patungan.

Sayangnya, Mak Itam rusak sejak sebulan yang lalu. Turis pun harus menahan keinginan bisa memandang keindahan alam lewat kereta bergerigi ini.

“Mak Itam rusak sejak bulan kemarin, harapan kami ya secepatnya bisa diperbaiki,” tutup Jisman.

2. Kereta Wisata Danau Singkarak, Sumatera Barat

Selain Mak Itam, Sumatera Barat juga punya kereta wisata lain, yaitu Kereta Wisata Danau Singkarak. Kereta ini beroperasi setiap hari Minggu.

“Operasinya setiap hari Minggu pukul 08.00 WIB dari Sawahlunto, pukul 10.00 WIB ke Solok, kemudian lanjut ke Batu Tebal arah Padang Panjang,” jelas Jisman dari Dinas Kereta Api Divisi Regional Dua Sumbar, kepada detikTravel, Rabu (19/12/2012).

Kereta ini berjalan dari Stasiun Sawahlunto menuju Solok hingga Batu Tebal di Padang Panjang. Meski jauh, Anda dijamin tidak akan bosan karena pemandangan cantik Danau Singkarak yang dikelilingi Bukit Barisan menyegarkan mata yang memandang.

Berbeda dengan Mak Itam yang mematok harga sewa cukup mahal, Kereta Api Wisata Danau Singkarak lebih murah.

“Sewanya ekonomi Solok-Sawahlunto Rp 10.000, Sawahlunto-Batu Tebal Rp 20.00, kalau eksekutif dua kalinya,” tambah Jisman.

3. Kereta Api Ambawara, Jawa Tengah

Siapa yang kenal dengan Museum Kereta Api Ambawara. Museum ini bagaikan lorong waktu yang siap mengantarkan pengunjungnya kembali ke abad 19.

Jelas saja, suasana museum benar-benar dibuat seperti suasana zaman dulu. Mulai dari ruang tunggu, ruang kepala stasiun, loket, peron, hingga alat komunikasi zaman dulu ada di sini. Tapi bukan itu saja yang terkenal. Museum ini juga terkenal dengan kereta api wisatanya.

Sama seperti Mak Itam, Kereta Api Wisata Ambarawa juga bergerigi. Kereta wisata ini melayani rute Ambarawa-Tuntang atau Ambarawa-Bedono sejauh 9 km. Kereta api ini ditarik oleh lokomotif uap bergerigi B2502 atau B2503.

Perjalanan akan ditempuh selama 2 jam. Asyiknya lagi, sambil menikmati pemandangan, turis bisa merasakan belaian halus angin yang masuk melalui jendela tak berkaca milik kereta.

Menurut situs, www.kereta-api.co.id, kereta api uap bergerigi biasanya beroperasi pada saat liburan panjang sekolah, Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Tarif yang dikenakan yaitu Rp 50.000 per orang untuk perjalanan pergi dan pulang secara reguler. Namun, jika tidak sabar menunggu perjalanan reguler, penumpang juga bisa menyewa secara khusus dengan tarif Rp 3.250.000 hingga Rp 5.250.000.

4. Kereta KRL Wisata Jakarta

Tak hanya Jawa Tengah dan Sumatera Barat saja, DKI Jakarta juga punya Kereta Rel Listrik (KRL) Wisata. Kereta ini melayani rute wisata dari Stasiun Jakarta Kota-Tanjung Priok, dengan waktu tempuh 45 menit.

“Ini adalah salah satu program untuk wisata edukasi menggunakan KRL Jabodetabek,” kata Staf Bagian Consevation Heritage Center PT KAI, Reza kepada detikTravel, Rabu (19/12/2012).

Beberapa stasiun yang dilalui kereta api wisata ini adalah Stasiun Jakarta Kota, Manggarai, Jatinegara, Pasar Senen, dan berakhir di Stasiun Tanjung Priok. Sepanjang perjalanan, penumpang akan disuguhkan dengan pemandangan Kota Jakarta.

Tak hanya itu, Anda juga bisa melihat keindahan bangunan cagar budaya kereta api. Mulai dari gedung tinggi yang menjulang, Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Gedung Listrik Aliran Atas dan Dipo Lokomotif Jarinegara, Stasiun Pasar Senen, dan melewati empat jalur kereta api selepas stasiun Ancol.

“Kereta ini jalan sesuai permintaan saja, jadi kalau mau charter sebaiknya jauh-jauh hari untuk perizinannya,” jelas Reza.

Tapi sayang, sepertinya Anda harus menahan hasrat mencoba KRL Wisata ini.

“Jalur di Tanjung Priok sedang rusak, jadi sementara pengoperasian kereta dihentikan,” kata Reza.

5. Kereta Wisata Lori Kaliraga, Jawa Timur

Ini adalah kereta wisata yang dimiliki Kota Jember, Jawa Timur. Setiap turis yang naik akan diajak berwisata sambil menikmati wisata alam, budaya dan sejarah nusantara.

Kereta wisata ini melalui jalur Kalibaru-Mrawan-Garahan. Biasanya waktu tempuh mencapai 2-3 jam pulang pergi. Sama seperti Mak Itam di Sumbar, Kereta Wisata Lori Kaliraga hanya beroperasi jika disewa.

“Kami punya dua lori, satu lori cukup untuk 8 orang. Kalau mau pesan 2 lori bisa digandeng,” kata Kepala Stasiun Kalibaru, Fedri kepada detikTravel, Rabu (19/12/2012).

Karena disewa perlori, harga sewanya cukup besar, yaitu Rp 500.000/lori. Tapi tenang saja, karena kapasitas lori ini banyak, Anda bisa membagi harga sewa dengan teman lain.

“Lori ini ada 3 jam operasi, yaitu pukul 08.00, 11.00 dan sore maksimal pukul 15.00 WIB,” lanjut Fedri.

Nantinya, penumpang lori bisa melihat langsung dan melintasi 2 terowongan kereta api, yaitu Terowongan Garahan sepanjang 113 meter dan Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter, serta panorama melintasi jembatan kereta api yang tinggi. Memandang ke bawah jembatan, pasti membuat jantung Anda berdebar kencang.

“Pemandangan bagus, ada hutan-hutan. Nanti penumpang juga bisa turun di Stasiun Mrawan, juga jembatan buat foto-foto,” tambah Fedri.

Asyiknya, sambil memandang keindahan alam yang disuguhkan, penumpang bisa menyantap kuliner nasi pecel pincuk sembari istirahat sejenak di Stasiun Garahan atau Mrawan.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba Kereta Api Lori Kaligara dengan menghubungi PT Kereta Api DAOP 9 Jember atau Stasiun Kalibaru sebagai stasiun pemberangkatan. Tapi sebaiknya hubungi minimal H-3 pemberangkatan, ya!

6. Kereta Wisata PT Kereta Api Pariwisata

Ini adalah penawaran kereta wisata dari PT Kereta Api Pariwisata. Kereta Wisata adalah cara berwisata baru yang bisa Anda ikuti. Uniknya, Kereta Wisata PT Kereta Api Pariwisata menawarkan 3 gerbong dengan suasana yang berbeda.

“Ada 3 kereta wisata, nama gerbongnya Nusantara, Bali dan Toraja,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata, Adi Suryatmini kepada detikTravel, Selasa (18/12/2012).

Setiap gerbong bisa diisi oleh 19-22 orang. Meski banyak, Anda dijamin tidak akan bosan di dalam gerbong karena ada beragam fasilitas diberikan.

“Harga tergantung rute, paling murah ke Cirebon atau Bandung yaitu Rp 13 juta sekali jalan. Paling jauh ke Malang yaitu Rp 28 juta,” jelas Adi.

Jika tertarik, Anda harus memesan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, minimal 3 minggu sebelum keberangkatan.

7. Kereta Wisata Jaladara, Jawa Tengah

Kota Solo di Jawa Tengah ternyata juga punya kereta wisata loh, Kereta Wisata Jaladara namanya. Kereta wisata ini baru diresmikan pada 27 September 2009 yang lalu.

Kereta Wisata Jaladara melewati jalur Purwosari-Solo Kota, dengan jarak sekitar 6 km. Ternyata, asal mula pengadaan kereta wisata ini adalah untuk meningkatkan industri kreatif di Solo.

Ya, jalur yang dilalui kereta ini memang menghubungkan industri batik di Kampung Laweyan, Loji Gandrung, keraton, dll. Jadi, turis bisa dengan mudah berbelanja bahkan rekreasi di tempat wisata itu.

Lebih seru lagi, Kota Solo juga punya jalur kereta aktif di tengah kota, yaitu Jl Slamet Riyadi. Jalur kereta di tengah kota inilah yang selalu dilewati kereta feeder.

Biasanya, kereta ini melintas setiap hari pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB untuk mengangkut penumpang dari Stasiun Purwosari ke Wonogiri dan sebaliknya. Melihatnya, Anda serasa berada di tengah kota di Eropa yang biasa dilalui trem.

 

Sumber: Detik